Dua Dosen Fakultas Sastra Raih Gelar Doktor

Dua Dosen Fakultas Sastra Raih Gelar Doktor

Dua Dosen Fakultas Sastra Raih Gelar Doktor

Tak ada komentar pada Dua Dosen Fakultas Sastra Raih Gelar Doktor

ILKOM.FS.UMI – Dua dosen Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia (UMI), meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan penguji, Senin, 20 Maret 2017, Bertempat di Aula Prof Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Keduanya adalah Dr. A. Mulyani Kone, M.Hum., merupakan Wakil Dekan II Fakultas Sastra dan Juga Dosen Sastra Inggris, bersama Dr. Nurtaqwa M. Amin, M.Hum., yang merupakan Dosen Bahasa Arab.

Mulyani Kone dalam disertasinya mengangkat judul konfigurasi ideologi pada pidato soekarno analisis wacana kritis yang mengatakan bahwa pidato soekarno wacana terbentuk dengan suatu praktik wacana yang melibatkan hubungan antara Soekarno sebagai pemimpin negara dengan rakyatnya dan pada praktik sosiokultural pada pidato soekarno menggambarka adanya perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat yaitu perubahan dari revolusi fisik ke revolusi mental.

Penelitian dengan analisis wacana dengan pendekatan kritis ini bertujuan mendeskripsikan struktur wacana pada teks pidato soekarno. Untuk menemukan ideologi  dalam teks pidato soekarno dengan  data yang bersumber  dari naskah pidato Soekarno dalam buku kumpulan pidato Soekarno “Revolusi Belum Selesai” (Budi Setiono dan Bonnie Triana) tahun 1965, 1966, 1967.

 

 

Sementara itu, Nurtaqwa M Amin, dalam disertasi mengangkat judul analisis relasi struktur linguistik dan konteks dalam pemaknaan kalimat imperatif al quran ; pendekatan semantik-pragmatik yang bertujuan mengungkap makna kalimat imperatif melalui analisis relasi struktur linguistik dan konteks dalam al quran, didukung dengan mengungkap bentuk kalimat imperatif berdasarkan pola komunikasi, makna kalimat imperatif berdasarkan bentuk dan fungsinya, serta faktor variasi bentuk dan maknanya.

Hasil penelitian yg dilakukan dosen sastra arab ini menjelaskan bentuk imperatif dalam Al-Quran meliputi imperatif lafdziyah dan maknawiyah, yang mengandung peristiwa komunikasi debgan pola vertikal ke bawah vertikal ke atas dan sejajar.

Selain itu struktur linguistik dan konteks berjalan saling melengkapi dalam mengungkap makna semantik  dan pragmatik. Kedudukan struktur gramatikal imperatif Al-Quran mengandung makna tersendiri sehingga tak dapat dipertukarkan walaupun berterima dalam struktur bahasa Arab karena menghasilkan kualitas makna yang sangat berbeda.

 

 

Sementara itu rektor UMI, Prof.Dr.H. Masrurah Mokhtar., MA., mengatakan dalam beberapa bulan Dosen-dosen di UMI sudah melahirkan Doktor yang pada dasarnya adalah target utama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di kampus hijau ini.

“Alhamdulillah dalam dua bulan ini terlahir beberapa  dosen UMI yang berhasil meraih  doktor. Hal ini menunjukkan kualitas SDM semakin bertambah dan target jumlah doktor UMI 90 persen untuk tahun 2018. Insya Allah dapat diwujudkan. Saat ini beberapa dosen UMI mengikuti program doktor baik dalam maupun luar negeri,” Pungkasnya.

Selain Rektor, turut hadir juga guru besar Fakultas Sastra UMI, Dekan Fakultas Sastra UMI Dra.Hj.Muli Umiaty Noer., M.Hum., Pimpinan Fakultas Sastra, Karyawan dan Kepala Humas serta Dosen Fakultas Sastra UMI.

 

HUMAS

Related Posts

Ilmu Komunikasi UMI

Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia.....

Perpustakaan

Mail-UMI

SIMPADU

Back to Top